Sabtu, 11 Mei 2013
Minggu, 10 Februari 2013
-Hidupi hidupmu sendiri-
Aku ingin menjadi nyaman, agar
semua betah. Karena aku takut akan kehilangan. Bagaimana bisa aku sendiri?Tuhan
sudah mengkodratkanku sebagai makhluk sosial. Saling butuh itu perlu.
Tapi bukan berarti aku harus bergantung pada tunas yang juga memulai hidup. Tak
mungkin mereka bisa terus kuganggu, sedang mereka juga ingin hidupnya terus
berlangsung. Berhentilah berpikir jika hanya kamu yang ingin hidup. Suatu saat ada kalanya mereka melepasmu dan
membudakkanmu .Karena itu aku tidak pernah ingin terlihat lemah, manja dan
ingin dilindungi. Manis lembut agar dicintai. Untuk apa?aku hanya ingin
terlihat kuat agar aku slalu terjaga sendirinya, tidak hanya terlihat tp
yakinlah aku ingin benar benar kuat. Karena suatu saat kesendirian pasti
datang. Entah kapan , tapi pasti. Dan saat itu aku tak mungkin akan diam
berlama lama. Aku harus tau apa yang harus aku lakukan jika topan benar benar
datang dan itu segera. Ya ! segera atau aku akan tertindih bau tanah.
Disisi lain aku jg tak ingin peduli, agar tak
ada lagi rasa peduli berlebih, melebihi yang Abadi. Nyatanya semua kembali
pergi menghidupi diri sendiri. Sperti yang aku katakan tadi setiap pertemuan
kita tidak akan bertahan lama.Ya, bisa dibilang aku bukan tipikal orang “setia”
. Untuk apa setia ?Jika dimata mereka aku telah menjadi “sampah” apa aku jg
akan terus berdiam menunggu mereka menerima sosok sebuah “sampah” ?Tidak, aku
harus berpindah untuk menjadikanku kembali menjadi sosok yang berguna
.Ibaratnya aku harus pergi untuk didaur ulang , tidak diam ditempat terkubur
oleh tanah atau terbakar lalu musnah dan dilupakan.
Jika mengingat waktu yang terus
berjalan segera kujanjikan pada diriku sendiri .Tak peduli aku bungsu atau
silesu, aku mau hidupi hidupku sendiri. Memang tak dipungkiri jika jauh dari
kemungkinan. Tapi peduli apa, waktu
terus berjalan . Ada beberapa pilihan.Aku akan belajar memulainya atau kelak aku akan berkata “terlambat”.
Rabu, 06 Februari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)


